Toni Kroos mengakui ia terkesan dengan bakat pemain sayap Barcelona Lamine Yamal.
Yamal melakoni debutnya bersama Barca menjelang akhir musim 2022-23, satu-satunya penampilannya untuk tim utama. Sebelum mendapat kesempatan penuh di musim berikutnya Dan kini penampilannya begitu menonjol sehingga ia masuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or.
“Saya juga berhasil masuk tim utama Bayern saat berusia 17 tahun, tapi belum selevel mereka. Luar biasa, saya belum pernah melihat yang seperti ini di usia segitu,” ujar Kroos kepada La Gazzetta dello Sport.
Yang membuat saya menyadari betapa istimewanya anak ini adalah tekadnya untuk menjadi pemain utama di lapangan – bahkan di masa-masa sulit. Dia selalu berusaha membawa tim. Ini bukan hal yang aneh untuk seorang pemain berusia 17 tahun, dia telah tampil baik selama dua musim, dengan musim terakhirnya menjadi kesuksesan mutlak. Saya belum pernah melihat anak seperti ini sebelumnya.
Meskipun Yamal diharapkan menjadi pemain sepak bola kelas dunia, dan memenangkan Ballon d’Or di masa depan, tetapi Kroos memperingatkan bahwa anak muda itu harus belajar mengatasi tekanan baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Saya selalu bilang, menjadi pesepakbola bukan soal lari cepat. Tapi maraton. Kita harus menunggu dan melihat bagaimana perkembangannya dalam 5-10 tahun ke depan, dan seberapa baik dia menghadapi kesuksesan,” tambah gelandang legendaris Jerman itu.
“Kesuksesan bukan hanya tentang apa yang terjadi di lapangan. Kesuksesan juga bergantung pada apa yang terjadi di luar lapangan. Dan itulah yang berdampak besar. Jika tidak dikelola dengan baik, hal itu juga memengaruhi performa.”